BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Minggu, 13 September 2009

Shock oleh THE FINAL DESTINATION MOVIE

Sabtu yang cerah dan indah, tepatnya pada tanggal 12 September..


Gue enak-enak aja menikmati hari itu, bangun agak kesiangan, segera mandi dan mengerjakan kegiatan selayaknya anak yang liburan panjang, berhubung gue gak punya kampung, jadi ya gue nonton, ato enggak baca komik, maen laptop, apalah yang enak..

Nah, gue udah janji sama nyokap kalo mau ke dokter gigi, buat ganti behel, siang jam 12..

gue udah siap tuh jam 12 siang, eh tau-tau ya gue juga udah nyangka karna gue tinggal di indonesia, kalo nyokap bakal ngaret, tp gak tau sama sekali kalo ngaretnya sampe jam 2!!!

Ya gue lagi nonton Sky High di RCTI, nunggu nyokap yang pasti bakal nelpon.. eh gak taunya jam 2 siang nyokap nelpon sama bokap yang katanya gak jadi ke dokter, dah telat..

Tau-tau bokap ngajakin nonton, ya udahlah gue pikir.

Pas di jalan kita saling berpendapat mau nonton dimana, jadinya ditetapkan kita nonton di MOI, Gading..

Pas sampe sana, gue bareng keluarga gue yang gila segera naek ke lantai bioskop.. terus gue nyari2 ternyata THE FINAL DESTINATION ada dan kita bisa milih 3-D atau 2-D.

Nyokap tadinya pengen ke Salon, tapi akhirnya mau nonton juga, kata bokap "udahlah teh, itu aja.." tapi gue mikir juga karena gue udah liat trailernya dan berbekal oleh ketiga movie sekuel sebelumnya gue agak takut,

G : Pa, Ma. Kata aku jangan nonton yang ini deh. Bukannya apa-apa nih. Tapi aku kayaknya cocoknya nonton bareng temenku deh, Pa

P : Ya udahlah gak apa-apa. Emang seseram apa sih?

K : Teh, adek mau nonton itu!!! itu!!!

G : (bingung sendiri, jadi masih berpikir) ya udah deh.. tapi nanti Kemal..

ya udah jadilah bokap beli buat 4 tiket yang 2-D.. karna gue udah agak takut juga, bukan ketakutan untuk nntn filmnye, tp mikir nyokap yang lagi hamil 5 bulan + bocah tuyul yang ngintil gue terus di Mall (Kemal, adek gue).. tp mau gimana lagi

karna kita ngambil yang jam 7 malem, menanti buka puasa kami main2 dulu dan jalan-jalan.. dan gak ketinggalan hunting buku + komik baru... yipppiiiii!!

Nah, pas sebelum nonton bioskopnya, gue diperingatin sama mbak-mbak karcisnya..

M : Bu, nanti anaknya boleh dibawa keluar kok bu(maksudnya buat Kemal lho, ya!)
N : Loh emg kenapa mbak?
M : Ini filmnya thriller bu. Sadis..

Wah! Lo bayangin aja belom apa-apa keluarga gue udah ditakutin gini, tapi ya akhirnya kita tetep masuk. Dan gue ngerasa agak bersalah, tapi bonyok bilang gak apa-apa.

And finally,,,

Wuuaaaa.. gue gak tau mau ngejelasinnya gimana tapi yang jelas gue ketakutan juga walau gak takut banget, berkali-kali nutup mata.. ini tuh agak nyontek film dahulunya, cuma serius lebih sadis juga, lagian diliatin banget sampe daging sama darahnya...

haha,, yang jelas pas keluar gue udah tengleng n gak bisa tidur malemnya, mungkin emg lebay tapi ya mau gimana lagi?? haha..

bokap bilang gini, "emang harusnya yang nonton kamu sama temen2 kamu ya teh!"

gue bilang, "kan aku udah bilang..."



Jumat, 04 September 2009

Karna gue lagi seneng sama mesir, nih gue tampilin sekilas tentang rahasia piramidnya

Misteri Piramida Mesir

Kategori : Umum kirim ke lintasberita.com ShareThis

piramida mesirPiramida raksasa Mesir merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia saat ini, sejak dulu dipandang sebagai bangunan yang misterius dan megah oleh orang-orang. Namun, meskipun telah berlalu berapa tahun lamanya, setelah sarjana dan ahli menggunakan sejumlah besar alat peneliti yang akurat dan canggih, masih belum diketahui, siapakah sebenarnya yang telah membuat bangunan raksasa yang tinggi dan megah itu? Dan berasal dari kecerdasan manusia manakah prestasi yang tidak dapat dibayangkan di atas bangunan itu? Serta apa tujuannya membuat bangunan tersebut? Dan pada waktu itu ia memiliki kegunaan yang bagaimana atau apa artinya? Teka-teki yang terus berputar di dalam benak semua orang selama ribuan tahun, dari awal hingga akhir merupakan misteri yang tidak dapat dijelaskan. Meskipun sejarawan mengatakan ia didirikan pada tahun 2000 lebih SM, namun pendapat yang demikian malah tidak bisa menjelaskan kebimbangan yang diinisiasikan oleh sejumlah besar penemuan hasil penelitian.



Sejarah Mitos dan Temuan Arkeologi


Sejak abad ke-6 SM, Mesir merupakan tempat pelarian kerajaan Poshi, yang kehilangan kedudukannya setelah berdiri lebih dari 2.000 tahun, menerima kekuasaan yang berasal dari luar yaitu kerajaan Yunani, Roma, kerajaan Islam serta kekuasaan bangsa lain. Semasa itu sejumlah besar karya terkenal zaman Firaun dihancurkan, aksara dan kepercayaan agama bangsa Mesir sendiri secara berangsur-angsur digantikan oleh budaya lain, sehingga kebudayaan Mesir kuno menjadi surut dan hancur, generasi belakangan juga kehilangan sejumlah besar peninggalan yang dapat menguraikan petunjuk yang ditinggalkan oleh para pendahulu.

Tahun 450 SM, setelah seorang sejarawan Yunani berkeliling dan tiba di Mesir, membubuhkan tulisan: Cheops, (aksara Yunani Khufu), konon katanya, hancur setelah 50 tahun. Dalam batas tertentu sejarawan Yunani tersebut menggunakan kalimat "konon katanya", maksudnya bahwa kebenarannya perlu dibuktikan lagi. Namun, sejak itu pendapat sejarawan Yunani tersebut malah menjadi kutipan generasi belakangan sebagai bukti penting bahwa piramida didirikan pada dinasti kerajaan ke-4.

Selama ini, para sejarawan menganggap bahwa piramida adalah makam raja. Dengan demikian, begitu membicarakan piramida, yang terbayang dalam benak secara tanpa disadari adalah perhiasan dan barang-barang yang gemerlap. Dan, pada tahun 820 M, ketika gubernur jenderal Islam Kairo yaitu Khalifah Al-Ma'mun memimpin pasukan, pertama kali menggali jalan rahasia dan masuk ke piramida, dan ketika dengan tidak sabar masuk ke ruangan, pemandangan yang terlihat malah membuatnya sangat kecewa. Bukan saja tidak ada satu pun benda yang biasanya dikubur bersama mayat, seperti mutiara, maupun ukiran, bahkan sekeping serpihan pecah belah pun tidak ada, yang ada hanya sebuah peti batu kosong yang tidak ada penutupnya. Sedangkan tembok pun hanya bidang yang bersih kosong, juga tak ada sedikit pun ukiran tulisan.

Kesimpulan para sejarawan terhadap prestasi pertama kali memasuki piramida ini adalah "mengalami perampokan benda-benda dalam makam". Namun, hasil penyelidikan nyata menunjukkan, kemungkinan pencuri makam masuk ke piramida melalui jalan lainnya adalah sangat kecil sekali. Di bawah kondisi biasa, pencuri makam juga tidak mungkin dapat mencuri tanpa meninggalkan jejak sedikit pun, dan lebih tidak mungkin lagi menghapus seluruh prasasti Firaun yang dilukiskan di atas tembok. Dibanding dengan makam-makam lain yang umumnya dipenuhi perhiasan-perhiasan dan harta karun yang berlimpah ruah, piramida raksasa yang dibangun untuk memperingati keagungan raja Firaun menjadi sangat berbeda.

Selain itu, dalam catatan "Inventory Stela" yang disimpan di dalam museum Kairo, pernah disinggung bahwa piramida telah ada sejak awal sebelum Khufu meneruskan takhta kerajaan. Namun, oleh karena catatan pada batu prasasti tersebut secara keras menantang pandangan tradisional, terdapat masalah antara hasil penelitian para ahli dan cara penulisan pada buku, selanjutnya secara keras mengecam nilai penelitiannya. Sebenarnya dalam keterbatasan catatan sejarah yang bisa diperoleh, jika karena pandangan tertentu lalu mengesampingkan sebagian bukti sejarah, tanpa disadari telah menghambat kita secara obyektif dalam memandang kedudukan sejarah yang sebenarnya.

Teknik Bangunan yang Luar Biasa

Di Mesir, terdapat begitu banyak piramida berbagai macam ukuran, standarnya bukan saja jauh lebih kecil, strukturnya pun kasar. Di antaranya piramida yang didirikan pada masa kerajaan ke-5 dan 6, banyak yang sudah rusak dan hancur, menjadi timbunan puing, seperti misalnya piramida Raja Menkaure seperti pada gambar. Kemudian, piramida besar yang dibangun pada masa yang lebih awal, dalam sebuah gempa bumi dahsyat pada abad ke-13, di mana sebagian batu ditembok sebelah luar telah hancur, namun karena bagian dalam ditunjang oleh tembok penyangga, sehingga seluruh strukturnya tetap sangat kuat. Karenanya, ketika membangun piramida raksasa, bukan hanya secara sederhana menyusun 3 juta batu menjadi bentuk kerucut, jika terdapat kekurangan pada rancangan konstruksi yang khusus ini, sebagian saja yang rusak, maka bisa mengakibatkan seluruhnya ambruk karena beratnya beban yang ditopang.

Lagi pula, bagaimanakah proyek bangunan piramida raksasa itu dikerjakan, tetap merupakan topik yang membuat pusing para sarjana. Selain mempertimbangkan sejumlah besar batu dan tenaga yang diperlukan, faktor terpenting adalah titik puncak piramida harus berada di bidang dasar tepat di titik tengah 4 sudut atas. Karena jika ke-4 sudutnya miring dan sedikit menyimpang, maka ketika menutup titik puncak tidak mungkin menyatu di satu titik, berarti proyek bangunan ini dinyatakan gagal. Karenanya, merupakan suatu poin yang amat penting, bagaimanakah meletakkan sejumlah 2,3 juta -2,6 juta buah batu besar yang setiap batunya berbobot 2,5 ton dari permukaan tanah hingga setinggi lebih dari seratus meter di angkasa dan dipasang dari awal sampai akhir pada posisi yang tepat.

Seperti yang dikatakan oleh pengarang Graham Hancock dalam karangannya "Sidik Jari Tuhan": Di tempat yang terhuyung-huyung ini, di satu sisi harus menjaga keseimbangan tubuh, dan sisi lainnya harus memindahkan satu demi satu batu yang paling tidak beratnya 2 kali lipat mobil kecil ke atas, diangkut ke tempat yang tepat, dan mengarah tepat pada tempatnya, entah apa yang ada dalam pikiran pekerja-pekerja pengangkut batu tersebut. Meskipun ilmu pengetahuan modern telah memperkirakan berbagai macam cara dan tenaga yang memungkinkan untuk membangun, namun jika dipertimbangkan lagi kondisi riilnya, akan kita temukan bahwa orang-orang tersebut tentunya memiliki kemampuan atau kekuatan fisik yang melebihi manusia biasa, baru bisa menyelesaikan proyek raksasa tersebut serta memastikan keakuratan maupun ketepatan presisinya.

Terhadap hal ini, Jean Francois Champollion yang mendapat sebutan sebagai "Bapak Pengetahuan Mesir Kuno Modern" memperkirakan bahwa orang yang mendirikan piramida berbeda dengan manusia sekarang, paling tidak dalam "pemikiran mereka mempunyai tinggi tubuh 100 kaki yang tingginya sama seperti manusia raksasa". Ia berpendapat, dilihat dari sisi pembuatan piramida, itu adalah hasil karya manusia raksasa.

Senada dengan itu, Master Li Hongzhi dalam ceramahnya pada keliling Amerika Utara tahun 2002 juga pernah menyinggung kemungkinan itu. "Manusia tidak dapat memahami bagaimana piramida dibuat. Batu yang begitu besar bagaimana manusia mengangkutnya? Beberapa orang manusia raksasa yang tingginya lima meter mengangkut sesuatu, itu dengan manusia sekarang memindahkan sebuah batu besar adalah sama. Untuk membangun piramida itu, manusia setinggi lima meter sama seperti kita sekarang membangun sebuah gedung besar."

Pemikiran demikian mau tidak mau membuat kita membayangkan, bahwa piramida raksasa dan sejumlah besar bangunan batu raksasa kuno yang ditemukan di berbagai penjuru dunia telah mendatangkan keraguan yang sama kepada semua orang: tinggi besar dan megah, terbentuk dengan menggunakan susunan batu yang sangat besar, bahkan penyusunannya sangat sempurna. Seperti misalnya, di pinggiran kota utara Mexico ada Kastil Sacsahuaman yang disusun dengan batu raksasa yang beratnya melebihi 100 ton lebih, di antaranya ada sebuah batu raksasa yang tingginya mencapai 28 kaki, diperkirakan beratnya mencapai 360 ton (setara dengan 500 buah mobil keluarga). Dan di dataran barat daya Inggris terdapat formasi batu raksasa, dikelilingi puluhan batu raksasa dan membentuk sebuah bundaran besar, di antara beberapa batu tingginya mencapai 6 meter. Sebenarnya, sekelompok manusia yang bagaimanakah mereka itu? Mengapa selalu menggunakan batu raksasa, dan tidak menggunakan batu yang ukurannya dalam jangkauan kemampuan kita untuk membangun?

Sphinx, singa bermuka manusia yang juga merupakan obyek penting dalam penelitian ilmuwan, tingginya 20 meter, panjang keseluruhan 73 meter, dianggap didirikan oleh kerjaan Firaun ke-4 yaitu Khafre. Namun, melalui bekas yang dimakan karat (erosi) pada permukaan badan Sphinx, ilmuwan memperkirakan bahwa masa pembuatannya mungkin lebih awal, paling tidak 10 ribu tahun silam sebelum Masehi.

Seorang sarjana John Washeth juga berpendapat: Bahwa Piramida raksasa dan tetangga dekatnya yaitu Sphinx dengan bangunan masa kerajaan ke-4 lainnya sama sekali berbeda, ia dibangun pada masa yang lebih purbakala dibanding masa kerajaan ke-4. Dalam bukunya "Ular Angkasa", John Washeth mengemukakan: perkembangan budaya Mesir mungkin bukan berasal dari daerah aliran sungai Nil, melainkan berasal dari budaya yang lebih awal dan hebat yang lebih kuno ribuan tahun dibanding Mesir kuno, warisan budaya yang diwariskan yang tidak diketahui oleh kita. Ini, selain alasan secara teknologi bangunan yang diuraikan sebelumnya, dan yang ditemukan di atas yaitu patung Sphinx sangat parah dimakan karat juga telah membuktikan hal ini.

Ahli ilmu pasti Swalle Rubich dalam "Ilmu Pengetahuan Kudus" menunjukkan: pada tahun 11.000 SM, Mesir pasti telah mempunyai sebuah budaya yang hebat. Pada saat itu Sphinx telah ada, sebab bagian badan singa bermuka manusia itu, selain kepala, jelas sekali ada bekas erosi. Perkiraannya adalah pada sebuah banjir dahsyat tahun 11.000 SM dan hujan lebat yang silih berganti lalu mengakibatkan bekas erosi.

Perkiraan erosi lainnya pada Sphinx adalah air hujan dan angin. Washeth mengesampingkan dari kemungkinan air hujan, sebab selama 9.000 tahun di masa lalu dataran tinggi Jazirah, air hujan selalu tidak mencukupi, dan harus melacak kembali hingga tahun 10000 SM baru ada cuaca buruk yang demikian. Washeth juga mengesampingkan kemungkinan tererosi oleh angin, karena bangunan batu kapur lainnya pada masa kerajaan ke-4 malah tidak mengalami erosi yang sama. Tulisan berbentuk gajah dan prasasti yang ditinggalkan masa kerajaan kuno tidak ada sepotong batu pun yang mengalami erosi yang parah seperti yang terjadi pada Sphinx.

Profesor Universitas Boston, dan ahli dari segi batuan erosi Robert S. juga setuju dengan pandangan Washeth sekaligus menujukkan: Bahwa erosi yang dialami Sphinx, ada beberapa bagian yang kedalamannya mencapai 2 meter lebih, sehingga berliku-liku jika dipandang dari sudut luar, bagaikan gelombang, jelas sekali merupakan bekas setelah mengalami tiupan dan terpaan angin yang hebat selama ribuan tahun.

Washeth dan Robert S. juga menunjukkan: Teknologi bangsa Mesir kuno tidak mungkin dapat mengukir skala yang sedemikian besar di atas sebuah batu raksasa, produk seni yang tekniknya rumit.

Jika diamati secara keseluruhan, kita bisa menyimpulkan secara logis, bahwa pada masa purbakala, di atas tanah Mesir, pernah ada sebuah budaya yang sangat maju, namun karena adanya pergeseran lempengan bumi, daratan batu tenggelam di lautan, dan budaya yang sangat purba pada waktu itu akhirnya disingkirkan, meninggalkan piramida dan Sphinx dengan menggunakan teknologi bangunan yang sempurna.

Dalam jangka waktu yang panjang di dasar lautan, piramida raksasa dan Sphinx mengalami rendaman air dan pengikisan dalam waktu yang panjang, adalah penyebab langsung yang mengakibatkan erosi yang parah terhadap Sphinx. Karena bahan bangunan piramida raksasa Jazirah adalah hasil teknologi manusia yang tidak diketahui orang sekarang, kemampuan erosi tahan airnya jauh melampaui batu alam, sedangkan Sphinx terukir dengan keseluruhan batu alam, mungkin ini penyebab yang nyata piramida raksasa dikikis oleh air laut yang tidak tampak dari permukaan.

Keterangan gambar: Sphinx yang bertetangga dekat dengan piramida raksasa kelihatannya sangat kuno. Para ilmuwan memastikan bahwa dari badannya, saluran dan irigasi yang seperti dikikis air, ia pernah mengalami sebagian cuaca yang lembab, karenanya memperkirakan bahwa ia sangat berkemungkinan telah ada sebelum 10 ribu tahun silam. (Lisensi gambar: Xu Xiaoqian)

Sumber: Inspiration Civilization Prehistoric for Mankind

Gempa bumi Jawa 2009

Gempa Tasikmalaya 2009 adalah gempa yang terjadi pada tanggal 2 September 2009 pada pukul 14.55 WIB dengan pusat gempa di 142 km barat daya Tasikmalaya,Jawa Barat yang berkekuatan 7,3 SR.[1] Gempa yang mengguncang dilaporkan juga dirasakan hingga ke pulauBali.[2]



Korban

Puluhan orang dilaporkan tewas dan ratusan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, dikarenakan gempa.[3]

[sunting]Kerusakan

Total puluhan ribu bangunan rumah maupun gedung perkantoran di Bandung, Cianjur, Garut, danSukabumi.[4][5]

[sunting]Gempa susulan

  • Terjadi gempa susulan berkekuatan 4.9 SR pada pukul 16.28 WIB pada tanggal 2 September 2009.[6]
Gempa Tasikmalaya 2009


Tanggal2 September 2009
Kekuatan7,3 Mw
Kedalaman49 km (30.8 miles)
Episentrumlepas pantai Jawa,
selatan Bandung
barat dayaTasikmalaya
7.778°S 107.328°EKoordinat: 7.778°S 107.328°E
Negara yang terkena
Jawa
Korbanhingga saat ini 35 orang tewas

Soal ICAS .... (&%^%&%&%))

Pertama-tama saya panjatkan puji sukur ke hadirat Allah SWT. karna pada hari yang geblek ini saya diberi hidayah oleh-Nya untuk mosting blog yang terbengkalai cukup lama ini, sekitar kalo saya bisa ngitung (loh?!) 22 tahun 2 bulan 22 hari (familiar gak buat yang muslim?)..


Pada kesempatan ini saya ingin menceritakan tentang perjuangan hidup saya sampe titik darah kepenuhan untuk mengerjakan soal ICAS dengan bidang matematika tadi pagi pada durasi waktu 08. 25-09.25 agak kelebihan berat karna pada minta ngaret... (alias belom selesai)

Saya, fitri galiung putri menyatakan dengan ini kemerdekaaannya dari 40 soal Icas termasuk 5 soal uraian matematika yang weleh-weleh tadi pagi...

Kenapa disebut weleh-weleh? Karna PG-nya lumayan, esaynya susoeeeeeeeeeeahhhhhhhhhhh...

So? Pasti lo pada nanya akhirnya gimana gue nyelesainnya, nih gue detilin sebisa gue..

pas udah tinggal 10 mnt waktunya, gue masih ada esay plus pg 2 nmr yg belum,, ya udah gue kalang kebut.. alhamdulillah yang pg bisa, eh yang esai..

gue ngerasa 2 nmr pernah gue liat, tapi sekali lagi, CUMA DILIAT! hahha

so pasti gue ada yang salah dan gue ngerjain yang gampang dulu.. tp nyaris gak ada yang gampang di esay... wuihhh...

ya udah pengen ppost yang laen aja ya.. segini aja.. haha, dikejar deadline nih..
(wuih bahasa gue kayak orang kantoran, haha)